Profil
SATU PLATFORM UNTUK DATA GEOSPASIAL KEHUTANAN INDONESIA
Kami menghadirkan SIGAP Kehutanan untuk mempermudah akses terhadap data dan informasi geospasial kehutanan yang terstandar, terintegrasi, dan terpercaya. Tidak hanya sebagai media penyebarluasan data, SIGAP juga menjadi sarana kolaborasi, analisis, dan pertukaran informasi yang mendukung pengelolaan hutan Indonesia secara lebih efektif dan berbasis data.
SIGAP dikembangkan dan dikelola oleh Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) selaku Walidata Geospasial Kehutanan. Melalui SIGAP, data dan informasi geospasial kehutanan dapat diakses, dimanfaatkan, dan dibagipakaikan secara lebih mudah, cepat, aman, dan terstandar.
Sebagai bagian dari Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN), SIGAP mendukung interoperabilitas data dan layanan geospasial nasional melalui integrasi dengan berbagai sistem dan portal geospasial, termasuk implementasi Kebijakan Satu Peta.
MENGAPA SIGAP PENTING?
Kebutuhan data geospasial yang akurat dan terkini semakin meningkat untuk mendukung perencanaan, pengelolaan, pengawasan, serta pengambilan kebijakan di bidang kehutanan. SIGAP hadir sebagai satu pintu layanan geospasial kehutanan yang menyediakan akses terhadap berbagai Informasi Geospasial Tematik (IGT), layanan peta interaktif, analisis spasial, metadata, katalog citra satelit, dan berbagai layanan geospasial lainnya yang mendukung pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
MANFAAT SIGAP
1. Data Lebih Mudah Diakses
SIGAP menyediakan akses terhadap Informasi Geospasial Tematik Kehutanan yang terstandar, terkini, dan dapat diakses sesuai kewenangan pengguna.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan
Berbagai data dan layanan analisis spasial dalam SIGAP membantu proses perencanaan, monitoring, evaluasi, serta penyusunan kebijakan berbasis data.
3. Satu Sumber Data Kehutanan
SIGAP menjadi platform integrasi data geospasial kehutanan sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat menggunakan referensi data yang sama.
4. Mendukung Kebijakan Satu Peta
SIGAP mendukung sinkronisasi dan interoperabilitas data geospasial antar kementerian/lembaga dalam rangka mewujudkan tata kelola data yang lebih baik.
5. Mendukung Inventarisasi dan Pemantauan Hutan
Data penginderaan jauh, citra satelit, dan berbagai IGT kehutanan dapat dimanfaatkan untuk mendukung inventarisasi sumber daya hutan, pemantauan perubahan tutupan lahan, rehabilitasi hutan dan mangrove, serta berbagai kegiatan teknis kehutanan lainnya.
6. Layanan Geospasial yang Modern dan Terintegrasi

SATU PLATFORM UNTUK DATA GEOSPASIAL KEHUTANAN INDONESIA
Kami menghadirkan SIGAP Kehutanan untuk mempermudah akses terhadap data dan informasi geospasial kehutanan yang terstandar, terintegrasi, dan terpercaya. Tidak hanya sebagai media penyebarluasan data, SIGAP juga menjadi sarana kolaborasi, analisis, dan pertukaran informasi yang mendukung pengelolaan hutan Indonesia secara lebih efektif dan berbasis data.
SIGAP dikembangkan dan dikelola oleh Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) selaku Walidata Geospasial Kehutanan. Melalui SIGAP, data dan informasi geospasial kehutanan dapat diakses, dimanfaatkan, dan dibagipakaikan secara lebih mudah, cepat, aman, dan terstandar.
Sebagai bagian dari Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN), SIGAP mendukung interoperabilitas data dan layanan geospasial nasional melalui integrasi dengan berbagai sistem dan portal geospasial, termasuk implementasi Kebijakan Satu Peta.
MENGAPA SIGAP PENTING?
Kebutuhan data geospasial yang akurat dan terkini semakin meningkat untuk mendukung perencanaan, pengelolaan, pengawasan, serta pengambilan kebijakan di bidang kehutanan. SIGAP hadir sebagai satu pintu layanan geospasial kehutanan yang menyediakan akses terhadap berbagai Informasi Geospasial Tematik (IGT), layanan peta interaktif, analisis spasial, metadata, katalog citra satelit, dan berbagai layanan geospasial lainnya yang mendukung pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
MANFAAT SIGAP
1. Data Lebih Mudah Diakses
SIGAP menyediakan akses terhadap Informasi Geospasial Tematik Kehutanan yang terstandar, terkini, dan dapat diakses sesuai kewenangan pengguna.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan
Berbagai data dan layanan analisis spasial dalam SIGAP membantu proses perencanaan, monitoring, evaluasi, serta penyusunan kebijakan berbasis data.
3. Satu Sumber Data Kehutanan
SIGAP menjadi platform integrasi data geospasial kehutanan sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat menggunakan referensi data yang sama.
4. Mendukung Kebijakan Satu Peta
SIGAP mendukung sinkronisasi dan interoperabilitas data geospasial antar kementerian/lembaga dalam rangka mewujudkan tata kelola data yang lebih baik.
5. Mendukung Inventarisasi dan Pemantauan Hutan
Data penginderaan jauh, citra satelit, dan berbagai IGT kehutanan dapat dimanfaatkan untuk mendukung inventarisasi sumber daya hutan, pemantauan perubahan tutupan lahan, rehabilitasi hutan dan mangrove, serta berbagai kegiatan teknis kehutanan lainnya.
6. Layanan Geospasial yang Modern dan Terintegrasi